11 Juli 2011

Ini 9 Aksi Konyol di Ranjang



Aksi konyol di ranjang. (Foto: Getty Images)
 
 
SAAT suasana ranjang sudah cukup panas, hal pertama yang paling Anda tidak inginkan ialah membuat pasangan turn off. Tapi tanpa disadari, sejumlah kekonyolan justru membuat aktivitas ranjang menjadi terasa canggung untuk diteruskan.

Kekonyolan berikut dapat mengubah momen intim jadi tidak menyenangkan. Untuk mengetahuinya, pemaparan Times of India berikut bisa Anda simak.

Berciuman saat momen menuju klimaks

Percaya atau tidak, ciuman dapat merubah ritme seks pasangan untuk mencapai klimaks. Karena posisi yang tidak memungkinkan, tubuh yang condong ke depan ketika akan mencium si dia akan "memutuskan" hubungan intercourse.

Menggigit pasangan saat dia belum siap

Beberapa pasangan senang dengan agresivitas seperti menggigit untuk dapat terangsang. Tapi gigitan tadi dapat menyebabkan luka dan perasaan tidak nyaman, terutama jika pasangan belum siap menerimanya.

Langsung tertuju ke "bawah"

Rangsangan pada alat genital memang dahsyat, tapi jangan lupakan bagian tubuh pasangan yang lain. Fokuskan juga pada lutut, pinggang, punggung maupun perut dia sebelum menjurus ke "bawah".

Menitikberatkan tubuh Anda ke pasangan

Kendati Anda terlihat ramping, sangat tidak nyaman bagi pasangan untuk menahan beban tubuh Anda seluruhnya. Terutama jika Anda tengah mengambil posisi woman on top.

Klimaks terlalu cepat atau terlalu lama

Hal ini khususnya untuk pria. Sebaiknya suami pandai mengontrol otot-otot "adik kecil"-nya untuk ejakulasi di waktu yang tepat. Terlalu cepat akan menyebabkan pasangan tidak puas, tapi terlalu lama justru membuat pasangan seperti mesin olahraga yang biasa diletakkan di gym.

Tidak memberitahu pasangan jika akan klimaks

Pria, ada baiknya Anda memberitahu pasangan saat Anda menuju kepuasan. Bukan hanya terkejut, momen intim menjadi tidak menyenangkan bagi dia. Setidaknya Anda dapat mengatakan hal seperti, "Saya akan keluar (orgasme)."

Memerlakukan seks bak film porno

Kendati beberapa pasangan menyenangi aktivitas seks yang nakal, ada baiknya Anda bicarakan terlebih dulu dengan pasangan. Jika tidak, kemungkinannya seluruh skenario tidak akan sempurna.

Diam membisu

Ayolah, bercinta bukan momen yang kaku. Mengeluarkan sedikit erangan maupun keluhan tentu tidak ada salahnya. Bersuara akan membuat pasangan jadi terangsang, lho.

Variasi, variasi, dan variasi

Jangan perlakukan pasangan layaknya mesin olahraga yang bisa Anda "pompa" seenaknya –terlalu cepat, keras maupun lambat-, bangkitkan kreativitas dan ajak pasangan menikmati sejumlah variasi di atas ranjang.

Tidak ada komentar: