20 April 2011

Tak Bisa Tutup Mulut Lagi Usai Menguap

Setelah membuka mulut lebar-lebar, mulutnya tidak dapat mengatup kembali.
Holly Thompson
 
Menguap adalah hal yang sangat manusiawi apalagi saat bosan, mengantuk, atau kadar oksigen dalam otak berkurang. Namun, hati-hati saat menguap. Jangan sampai Anda tidak dapat menutup mulut kembali, seperti menimpa remaja asal Inggris, Holly Thompson.

Gadis 17 tahun itu menguap saat sedang mengikuti pelajaran politik di sekolahnya, Kingsthorpe, Northampton. Namun, itu menjadi awal petaka. Setelah membuka mulut lebar-lebar, ia seperti terperangkap. Mulutnya tidak dapat mengatup kembali.

Terkejut tidak dapat menutup mulutnya kembali, Holly segera meminta batuan teman sekelasnya. Namun, sia-sia. "Ketika dia tidak dapat membantu saya menutup mulut, dia melapor ke guru," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Merasa malu karena ditertawakan teman-teman sekelas dan guru, Holly langsung memeriksakan diri ke unit kesehatan sekolah. Namun, semua upaya yang dilakukan perawat untuk menutup rahangnya gagal. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Walaupun sangat aneh dan mungkin lucu, dokter Ejiro Obakponovwe tidak berpikir hal tersebut patut ditertawakan. "Ini bisa sangat serius karena dia tidak bisa makan, tidak bisa benar-benar minum, dan akan benar-benar dehidrasi," ujar Ejiro dalam acara BBC 'Bizarre ER'.

Untuk mengatasi hal ini, Ejiro meletakkan 26 depressors lidah di mulut Holly. Ini dilakukan untuk membuat rahang letih dan rileks sehingga bisa kembali mengatup. Setelah itu berhasil, Ejiro pun memperbaiki posisi rahang Holly dengan kedua tangannya. Setelah kejadian itu, Holly dilarang menguap, karena posisi rahangnya menjadi tidak stabil.

Terlepas dari penderitaannya, kejadian yang dianggap memalukan ini justru membuatnya terkenal di Youtube. Bagaimana tidak, video yang menampilkan cidera Holly dikemas dengan sangat unik dan lucu, di mana dia digambarkan dalam tokoh kartun. "Itu bagus, tapi saya lebih suka menjadi terkenal untuk sesuatu yang lain," ujar Holly.

Gadis Ini Tumbuh Bak Raksasa

Ia menderita tumor otak yang memicu ketidakseimbangan hormon.

undefined
Malee Duangdee, si gadis raksasa
 
Di usia 19 tahun, Malee Duangdee tumbuh bak raksasa di tengah lingkungannya, wilayah timur Thailand. Tingginya 208 sentimeter dengan berat tubuh mencapai 130 kilogram. Dengan postur sebesar itu, tubuhnya masih berpeluang tumbuh.

Ia menderita tumor yang menggerogoti otaknya. Tumor yang terdiagnosis sejak usia sembilan tahun itu menekan salah satu bagian saraf di otak, yang memicu ketidakseimbangan hormon. Inilah yang membuat pertumbuhan tubuhnya tak terkendali.

Demi mengontrol pertumbuhan badannya yang terus membesar, ia harus mendapat suntikan seharga £2.000 atau sekitar Rp28,2 juta setiap tiga bulan sekali.

Tak hanya bermasalah dengan pertumbuhan tubuh, tumor yang bersarang di kepalanya juga membuat matanya buta. Ia pun menanggung beban psikologis yang berat. Menerima berbagai olokan, ia dikucilkan di lingkungan sekolah dan tetangga. "Saya seperti monster menakutkan

Menikah Tanpa Busana

Setelah menanggalkan seluruh pakaian, mereka mengucap janji setia di sebuah kastil.
Melanie Schachner dan Rene Schachner
 
Melanie Schachner, 26, dan Rene Schachner, 31, memimpikan pesta pernikahan tak terlupakan seumur hidup. Setelah memeras otak, pasangan kekasih asal Austria itu nekat mewujudkan ide gila dengan menggelar pernikahan tanpa busana.

Setelah menanggalkan seluruh pakaian, mereka mengucap janji setia di sebuah kastil, di Feldkirchen, Austria. Mempelai wanita hanya mengenakan kerudung tradisional dan sepatu berhak tinggi. Sedangkan mempelai pria hanya mengenakan topi untuk menutupi alat kelaminnya.

Tampil tanpa busana tak membuat mereka malu. Justru pendeta dan tamu undangan yang merasa rikuh melihat penampilan mereka. "Kami tidak malu dengan tubuh kami, dan kami ingin melakukan hal yang berbeda," ujar Melanie, seperti dikutip dari Daily Mail.

Selain ingin tampil beda dengan konsep pernikahan tak terlupakan, mereka juga merasa bisa menghemat biaya pernikahan. Mereka tak harus menyewa atau membeli busana pernikahan yang supermahal.

Bukan hanya Melanie dan Rene yang nekat menikah tanpa busana. Pada 2009, pasangan asal Australia, Ellie Barton dan Phil Hendicott, juga melakukan konsep pernikahan serupa. Kala itu, Ellie dan Phil menerima tantangan setelah memenangi sebuah kompetisi di radio. Mereka mendapat hadiah pernikahan gratis, asal tanpa balutan busana.

Selain mereka, masih ada sejumlah pasangan yang memilih menanggalkan tuksedo dan gaun pernikahan bertabur kristal untuk menikah. Pada perayaan Valentine 2003, sebanyak 29 pasangan tanpa busana mengucap janji di Resor Hedonisme III, di Runaway Bay, St Ann. Itu menjadi salah satu pesta pernikahan tanpa busana terbesar.

19 April 2011

Apakah Berat Badan Ada Hubungannya Dengan Kemenangan di MotoGP?

Pertarungan para pembalap di MotoGP akhir-akhir ini dipermasalahkan dengan berat badan. Menurut Marco Simoncelli, berat badan akan memaksa motor berkapasitas 800 cc mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak. Kondisi ini sudah dirasakan sendiri pembalap asal Italia itu di MotoGP Jerez Spanyol 2011 (3/4) lalu dan Nicky Hayden saat masih bersama tim Repsol Honda tahun 2008 lalu.

Berhubung dengan isu ini, Simoncelli sempat mengajukan usul tentang tambahan bahan bakar pada pembalap yang mempunyai berat badan berlebih di ajang MotoGP. Tentunya agar ia bisa memaksimalkan performa motornya ketimbang memikirkan bagaimana ia harus irit menggunakan bahan bakar menjelang berakhirnya balapan.

Nah, jika Simoncelli diberikan tambahan bahan bakar pada setiap seri, apakah bisa membuatnya lebih maksimal setiap balapan? Belum tentu! Pasalnya banyak hal yang berpengaruh selain bahan bakar. Setelan motor seperti rasio gigi, sasis, jarak sumbu roda serta penggunaan kompon ban adalah hal yang mempengaruhi kemenangan.

Berbicara tentang kemenangan dikaitkan dengan berat badan pembalap, pada dasarnya memang menunjukkan data yang berbeda. Dimana pembalap yang lebih ringan memiliki kesempatan menang lebih besar ketimbang pembalap yang berat. Selama era 800 cc, Casey Stoner dengan berat badan 58 kg mampu memenangkan 24 seri dari 73 seri MotoGP yang digelar hingga seri Jerez Spanyol lalu.

Sementara Valentino Rossi yang memiliki berat badan 67 kg, hanya mampu memenangkan 21 seri sejak musim 2007. Kemudian disusul oleh Jorge Lorenzo dengan 15 kemenangan dengan berat badan 65 kg. Tapi berbeda dengan Dani Pedrosa yang memiliki berat badan 51 kg. Pembalap asal Spanyol itu hanya mengoleksi 10 kali kemenangan sejak tahun 2007.

Kenyataan ini sangat berkebalikan dengan pernyataan berat badan mempengaruhi kemenangan di MotoGP. Jadi, seharusnya pembalap yang memiliki berat badan di atas ideal untuk seorang pembalap MotoGP seperti Simoncelli, harusnya tidak menjadikan berat badan sebagai alasan utama ia tidak bisa meraih kemenangan. Toh dengan motor yang lebih kecil di GP 250 cc, ia bisa jadi juara dunia tahun 2008 lalu. Bagaimana dengan anda?

Jumlah kemenangan pembalap dibandingkan dengan berat badan :
Pembalap yang ringan
Pembalap yang berat
Loris Capirossi 1 kali menang (59 kg)
Valentino Rossi 21 kali menang (67 kg)
Casey Stoner 24 kali menang (58 kg) Jorge Lorenzo 15 kali menang (65 kg)
Andrea Dovizioso 1 kali menang (54 kg) Chris Vermeulen 1 kali menang (68 kg)*
Dani Pedrosa 10 kali menang (51 kg)

Wow .... Ada Jabal Magnet di Banyumas

(Foto: Saladin Ayubi/Global TV)
( Global TV )
BANYUMAS -  Di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, atau tepatnya di area Balai Besar Pembibitan Ternak Sapi Perah inilah, daya tarik magnet cukup terasa.

Kekuatan daya tarik magnet ini bahkan bisa menarik mundur hampir semua jenis kendaraan roda empat, meski kondisi mesin dimatikan. Kekuatan daya tarik magnet terlihat cukup besar, dengan dibuktikan laju kendaraan pada jalan yang cukup menanjak ini.

Beberapa warga yang mencoba mematikan mesin mobilnya kemudian turun dari mobil dibuat terkejut, saat mobil miliknya bisa melaju mundur sendiri. Mereka pun mengejar mobilnya karena takut menabrak saat mobil melaju tanpa pengemudi. Kekuatan daya tarik magnet ini sendiri berada di tengah jalan dengan panjang sekira 200 meter.

Banyak warga setempat yang biasa melewati jalan ini mengaku baru tahu jika jalan tersebut mengandung daya tarik magnet. Karena penasaran, merekapun akhirnya mencoba membuktikan sendiri dengan menggunakan sepeda motornya.

“Walah Mas, saya baru tahu jika jalan ini mengandung daya tarik magnet,” ujar Warjono, warga setempat di Banyumas, Minggu (17/4/2011).

Sementara menurut Agus Catur (45), warga yang menemukan lokasi daya tarik magnet ini mengatakan, dirinya saat itu sedang memarkirkan mobilnya tanpa menggunakan rem tangan. Namun dia terkejut saat mobilnya tiba-tiba mundur padahal jalan cukup menanjak.

“Saat itu saya sedang memarkir mobil saya tanpa rem tangan, eh…tiba-tiba mobil mundur sendir. Padahal jalan cukup menanjak. Ini persis di Jabal Magnet Madinah saat saya pergi haji waktu itu,” ujar Agus Catur.

Meski terbukti mempunyai daya tarik magnet, namun kebenarannya belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Warga berharap, jika jalan ini benar-benar mempunyai daya tarik magnet, mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Banyumas bisa menjadikan sebagai obyek wisata.

Astaga... Bayi Mirip Katak Lahir di Kupang


ilustrasi bayi di air (Foto: Ist)
ilustrasi bayi di air
KUPANG- Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki, Jumat petang tadi, lahir dengan wajah mirip katak. Bayi berwajah aneh tersebut dilahirkan Ynatri (17), seorang ibu muda, di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Istri dari Elson, pedagang di pasar Oebobo, melahirkan bayi malang itu sekira pukul 16.00 Wita, di kosnya yang berada di lingkungan pasar Oebobo, Kota Kupang. kelahiran bayi malang itu hanya dibantu seorang dukun beranak.

Bayi malang itu waktu dilahirkan telah meninggal dunia. Rencananya bayi malang itu akan dikuburkan malam ini.

Charles, saksi mata mengatakan, bagian kepala bayi itu mirip katak. Kedua bola matanya berada di atas kepala dan bola matanya membesar keluar, seperti katak. "Bagian wajahnya benar-benar mirip katak," katanya.

Menurut dia, bayi mirip katak itu dilahirkan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Charles yang juga tetangga Yatri menduga, bayi tersebut lahir dengan wajah mirip katak, karena mungkin kebiasaan dari ibunya naik kendaraan bermotor. "Ibunya sering naik motor," katanya.

Bayi malang dan ibunya sempat dilarikan ke rumah sakit, setelah diketahui meninggal. Saat ini, Yatri masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Johanis Kupang, sedangkan bayi malang itu disenyamankan di kediaman pemilik kos mereka.

Wahh... Ada Ikan Duyung Mirip Manusia


Wajah ikan duyung milik Jumaring di Bulukumba, Sulsel. (Dok: Sun TV)
Wajah ikan duyung milik Jumaring di Bulukumba, Sulsel.
BULUKUMBA- Penemuan seekor ikan duyung menggegerkan warga Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pasalnya ikan betina itu berwajah seperti manusia.

Warga menamai ikan itu dengan Putri Duyung karena diperlakuakan pemiliknya, Jumaring, layaknya sang putri.

Tingkah ikan ini juga terlihat aneh, seperti manusia. Putri Duyung kerap malu-malu, sikap itu terlihat ketika warga menonton langsung dari jarak dekat di sebuah kolam.

Layaknya manusia, jika sudah capek bermain Putri Duyung hanya bisa terkapar dengan posisi terlentang.

Sang pemilik pun mengetahui ikannya butuh makanan, segera Jumaring menyuapinya. Jika tidak disuapi, Putri Duyung akan mengamuk.

Menurut Jumaring, Selasa (19/4/2011), ikan itu sudah dipeliharanya selama sepekan. Sang putri memiliki jadwal harian untuk makan, mandi, maupun bermain.

Dalam sehari, Putri Duyung bisa menghabiskan tujuh sampai 10 butir telur ayam sebagai makanan pokok, belum termasuk makan ringan lainnya. Namun makanan itu sebelumnya harus dimasak sebelum disantap.

Mamalia ini ditemukan Jumaring di sebuah muara sungai di Ujungloe, Bulukumba. Saat itu Putri Duyung telantar di atas pasir yang airnya sedang surut.

Jumaring kemudian membawa dan menyimpannya di sebuah kolam air di rumahnya. Penemuan ikan ini, tutur Jumaring, merupakan amanat dalam mimpinya.

Semalam sebelum kejadian, dia mengaku bermimpi akan menemukan seekor ikan yang mirip manusia. Karena itu dia berjanji akan memperlakukan putri seperti manusia. Apalagi usia Putri Duyung menurut Jumaring sudah mencapai 15 hingga 17 tahun.

Penemuan ini membuat warga penasaran. Silih berganti warga mendatangi rumah Jumaring di Desa Garanta. Jumaring pun tak menyia-nyiakan adanya peluang ini. Untuk memasuki pintu rumah Jumaring, warga harus menyumbang Rp1.000. Uang itu digunakan Jumaring untuk membelikan makanan bagi sang putri.